Puja Saha Sesontengan: Difference between revisions
→NGALINGGIHAN BHATARA: menambahkan materi |
|||
| Line 1: | Line 1: | ||
{| class="wikitable" | |||
|+ | |||
Tahun : | ! colspan="2" |Judul Buku | ||
|- | |||
|'''Judul Buku''' | |||
|'''PUJA SAHA SASONTENGAN''' | |||
|- | |||
|'''ISBN''' | |||
|'''978-623-5427-66-9''' | |||
|- | |||
|'''Penulis''' | |||
|'''I PUTU ARYA SURYAWAN, S.Fil., M.Pd.''' | |||
|- | |||
|'''Tahun Terbit''' | |||
|'''2024''' | |||
|} | |||
[https://isbn.perpusnas.go.id/landing_page/home Cari Buku di ISBN] | |||
== AGEM-AGEMAN MANGKU SONTENG == | == AGEM-AGEMAN MANGKU SONTENG == | ||
<blockquote>''"Puja pali-pali kretti dharmma, aji puja deha, aranira waneh, maka gaglaranira angonteng, sahangaran,"'' </blockquote>Puja pala pali adalah bagian dari dharma, atau sebuah kewajiban, yaitu sebuah doa yang sederhana untuk melakukan pemujaan, namanya atau doa yang dipanjatkan tidak terasa asing atau mudah dipahami, sebagai pedoman yang dilakukan sebagai ageman nyonteng atau mangku sonteng,<blockquote>''"anabuhakna tngeran alambe, aghenta sasiwak, umiring maring sor, dadya swaranya tabuh pisan, Neng, Neng, Neng",'' </blockquote>Menyuarakan sebuah genta dengan ciri satu ketukan, menggunakan genta hanya sebagian atau satu sisi saja, dengan memiringkan pada bagian bawah genta, menjadi suaranya dengan nada satu ketukan, dengan suara neng-neng-neng,<blockquote>''"mangkana salawasnya anyonteng, aywa ngiwangi, aywa mamadha-madha, ring bhawa laksana, ulahira sang brahma pandhita, margga nira amuja-muja ngloka parasraya, apan sang pandhita makanggeh sang guru yogiswara dening sang para loka kramma, maka purohitaning jagat,"'' </blockquote>Demikianlah hendaknya dilakukan selamanya, janganlah menyalahkan atau jangan sampai keliru memahami, dan jangan menyamai, jangan juga melakukan hal yang sama, menyerupai apa yang dilakukan oleh Brahmana Pandita atau Wiku, sebagaimana Sang Wiku melakukan puja-puja atau melakukan pelayanan, karena Sang Wiku adalah seorang guru yang mengajarkan ajaran yoga kepada masyarakat, dan Wiku juga memiliki kedudukan yang mulia, <blockquote>''" kalinganya, ya sira arep angaduga magaman, wnang awinten gama tirtha sira rumuhun, mresihan agama ring raga sariranta, wnang adadaha dharmma, pawintenan gama tirtha, ring sang brahmana para pandhita, maka amrestitaning raga sasira,"'' </blockquote>Maka dari itu, bagi siapa saja yang hendak mempelajari atau mengisi diri tentang ajaran agama, hendaknya melakukan pawintenan atau penyucian diri terlebih dahulu dengan memahami apa yang dimaksud dengan [[Gama Tirta|gama tirta]], gama tirta dapat dipelajari atau didapatkan dari Ida Sang Wiku atau Brahmana Pandita, dengan ajaran tersebut dapat menyucikan diri. <blockquote>''"yan sira praya anyonteng, glari puja deha, asa-asa akunang, apningan sira rumuhun, anyuci laksanna anda tirtha pabresihan, ring sang sdaka, siwa tuwi bhuddha, asasalin wastra lan kampuh, sarrwa putih,"''</blockquote>Jika anda atau siapa saja hendak melakukan nyonteng atau menjalankan sebagai Mangku Sonteng, melakukan doa dengan seha atau bahasa yang sederhana, hendaknya melakukan beberapa tahapan, melakukan konsentrasi atau memfokuskan fikiran, menyucikan diri dengan tirta pabersihan, yang sebelumnya telah dimohonkan kepada Sang Wiku atau Sulinggih, baik Sulinggih Siwa maupun Budha, memakai busana dan pakaian serba putih,<blockquote>''" asmupne drupanya, hning tan kapinggingan, satkanta ring unggwan amuja sonteng, maha leprupanta, asila desa pned, ngarepin sopakaranya, lwirnya, toya panglukatan, pabresihan, sakeng sang sdaka, sira sang sinuwun, ika sasuwunan, nga. apan sira juga wnang mrasiddha kna ikang sarwwa pinuja, mwah ngaepan skar mwang asep menyan astanggi, wepawitra winadahan paruk anyar, anggen pamretista sopokaraning babanten,'' </blockquote>Sebagai seorang Mangku Sonteng, di depannya ada dupa yang menyala atau pasepan dengan asap, suasana ketika mulai nganteb dibuat hening, sebagai sebuah persyaratan pemujaan seorang Mangku Sonteng adalah keheningan, diawali dengan duduk bersila dengan badan yang tegap, di depannya terdapat sarana seperti tirta pengelukatan, tirta pabersihan, yang keduanya didapatkan dengan cara memohon kepada Ida Sang Sulinggih, karena beliau Sang Sulinggih sebagai pemberi kewenangan atau sebagai Dewa Sekala. Beliau Sang Sulinggih juga berwenang menyucikan segala bentuk upakara atau bebantenan serta mengesahkan sebuah pemujaan yang dilakukan oleh Mangku Sonteng, juga di depan Mangku Sonteng tersedia bunga serta asep atau dupa yang wangi, atau pasepan yang diisi menyan, juga tersedia air bersih dengan tempat yang dibuah dari kuali (payuk) yang baru atau bersih, yang air tersebut akan digunakan untuk sarana penyucian segala jenis upakara atau bebantenan. Hal tersebut diatas sebagai sebuah perlengkapan yang mutlak ada ketika Mangku Sonteng melakukan nganteb.<blockquote>''"Riwus jangkep, sapakaranya kabeh, glarakna sapari krammanta amantra amusti angrelesika, idhepta tan hana kaletuhan, hning galang kadi gaganna tanpa megga, ngastiti panugrahan bhatara siwa rumuhun, unggwahakna ring awakta, amantra rumngeku mnyep, ring ngati,"'' </blockquote>Setelah lengkap segala jenis kelengkapan nganteb dane Mangku Sonteng, mulailah mengucapkan mantra yang diawali dengan menyucikan diri, dengan cara memusatkan fikiran sehingga suci tanpa ada memikirkan hal yang lainnya, menjadi fikiran yang hening dan terang bagaikan langit tanpa awan, diawali dengan memohon anugrah dari Bhatara Siwa, yang diturunkan (ngalinggihang Siwa) ke dalam diri dane Mangku Sonteng, sehingga menyatukan Siwa dalam diri dane Mangku Sonteng, mantra tersebut diucapkan dalam hati, dan tidak bersuara. | <blockquote>''"Puja pali-pali kretti dharmma, aji puja deha, aranira waneh, maka gaglaranira angonteng, sahangaran,"'' </blockquote>Puja pala pali adalah bagian dari dharma, atau sebuah kewajiban, yaitu sebuah doa yang sederhana untuk melakukan pemujaan, namanya atau doa yang dipanjatkan tidak terasa asing atau mudah dipahami, sebagai pedoman yang dilakukan sebagai ageman nyonteng atau mangku sonteng,<blockquote>''"anabuhakna tngeran alambe, aghenta sasiwak, umiring maring sor, dadya swaranya tabuh pisan, Neng, Neng, Neng",'' </blockquote>Menyuarakan sebuah genta dengan ciri satu ketukan, menggunakan genta hanya sebagian atau satu sisi saja, dengan memiringkan pada bagian bawah genta, menjadi suaranya dengan nada satu ketukan, dengan suara neng-neng-neng,<blockquote>''"mangkana salawasnya anyonteng, aywa ngiwangi, aywa mamadha-madha, ring bhawa laksana, ulahira sang brahma pandhita, margga nira amuja-muja ngloka parasraya, apan sang pandhita makanggeh sang guru yogiswara dening sang para loka kramma, maka purohitaning jagat,"'' </blockquote>Demikianlah hendaknya dilakukan selamanya, janganlah menyalahkan atau jangan sampai keliru memahami, dan jangan menyamai, jangan juga melakukan hal yang sama, menyerupai apa yang dilakukan oleh Brahmana Pandita atau Wiku, sebagaimana Sang Wiku melakukan puja-puja atau melakukan pelayanan, karena Sang Wiku adalah seorang guru yang mengajarkan ajaran yoga kepada masyarakat, dan Wiku juga memiliki kedudukan yang mulia, <blockquote>''" kalinganya, ya sira arep angaduga magaman, wnang awinten gama tirtha sira rumuhun, mresihan agama ring raga sariranta, wnang adadaha dharmma, pawintenan gama tirtha, ring sang brahmana para pandhita, maka amrestitaning raga sasira,"'' </blockquote>Maka dari itu, bagi siapa saja yang hendak mempelajari atau mengisi diri tentang ajaran agama, hendaknya melakukan pawintenan atau penyucian diri terlebih dahulu dengan memahami apa yang dimaksud dengan [[Gama Tirta|gama tirta]], gama tirta dapat dipelajari atau didapatkan dari Ida Sang Wiku atau Brahmana Pandita, dengan ajaran tersebut dapat menyucikan diri. <blockquote>''"yan sira praya anyonteng, glari puja deha, asa-asa akunang, apningan sira rumuhun, anyuci laksanna anda tirtha pabresihan, ring sang sdaka, siwa tuwi bhuddha, asasalin wastra lan kampuh, sarrwa putih,"''</blockquote>Jika anda atau siapa saja hendak melakukan nyonteng atau menjalankan sebagai Mangku Sonteng, melakukan doa dengan seha atau bahasa yang sederhana, hendaknya melakukan beberapa tahapan, melakukan konsentrasi atau memfokuskan fikiran, menyucikan diri dengan tirta pabersihan, yang sebelumnya telah dimohonkan kepada Sang Wiku atau Sulinggih, baik Sulinggih Siwa maupun Budha, memakai busana dan pakaian serba putih,<blockquote>''" asmupne drupanya, hning tan kapinggingan, satkanta ring unggwan amuja sonteng, maha leprupanta, asila desa pned, ngarepin sopakaranya, lwirnya, toya panglukatan, pabresihan, sakeng sang sdaka, sira sang sinuwun, ika sasuwunan, nga. apan sira juga wnang mrasiddha kna ikang sarwwa pinuja, mwah ngaepan skar mwang asep menyan astanggi, wepawitra winadahan paruk anyar, anggen pamretista sopokaraning babanten,'' </blockquote>Sebagai seorang Mangku Sonteng, di depannya ada dupa yang menyala atau pasepan dengan asap, suasana ketika mulai nganteb dibuat hening, sebagai sebuah persyaratan pemujaan seorang Mangku Sonteng adalah keheningan, diawali dengan duduk bersila dengan badan yang tegap, di depannya terdapat sarana seperti tirta pengelukatan, tirta pabersihan, yang keduanya didapatkan dengan cara memohon kepada Ida Sang Sulinggih, karena beliau Sang Sulinggih sebagai pemberi kewenangan atau sebagai Dewa Sekala. Beliau Sang Sulinggih juga berwenang menyucikan segala bentuk upakara atau bebantenan serta mengesahkan sebuah pemujaan yang dilakukan oleh Mangku Sonteng, juga di depan Mangku Sonteng tersedia bunga serta asep atau dupa yang wangi, atau pasepan yang diisi menyan, juga tersedia air bersih dengan tempat yang dibuah dari kuali (payuk) yang baru atau bersih, yang air tersebut akan digunakan untuk sarana penyucian segala jenis upakara atau bebantenan. Hal tersebut diatas sebagai sebuah perlengkapan yang mutlak ada ketika Mangku Sonteng melakukan nganteb.<blockquote>''"Riwus jangkep, sapakaranya kabeh, glarakna sapari krammanta amantra amusti angrelesika, idhepta tan hana kaletuhan, hning galang kadi gaganna tanpa megga, ngastiti panugrahan bhatara siwa rumuhun, unggwahakna ring awakta, amantra rumngeku mnyep, ring ngati,"'' </blockquote>Setelah lengkap segala jenis kelengkapan nganteb dane Mangku Sonteng, mulailah mengucapkan mantra yang diawali dengan menyucikan diri, dengan cara memusatkan fikiran sehingga suci tanpa ada memikirkan hal yang lainnya, menjadi fikiran yang hening dan terang bagaikan langit tanpa awan, diawali dengan memohon anugrah dari Bhatara Siwa, yang diturunkan (ngalinggihang Siwa) ke dalam diri dane Mangku Sonteng, sehingga menyatukan Siwa dalam diri dane Mangku Sonteng, mantra tersebut diucapkan dalam hati, dan tidak bersuara. | ||
== AGEM-AGEMAN NGAMARGIANG UPACARA DEWA YADNYA PIODALAN == | == AGEM-AGEMAN NGAMARGIANG UPACARA DEWA YADNYA PIODALAN == | ||
| Line 436: | Line 450: | ||
=== NGALINGGIHAN BHATARA === | === NGALINGGIHAN BHATARA === | ||
Paletan puniki pinaka pangastawa maring Ida Bhatara sane sampun tumudun rur kalinggihang. | |||
Mantra ring sor dados pilih asiki sane manur ting kayun | |||
==== Ngalinggihang Ring Banten ==== | |||
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta)<blockquote>''Ong Idhepta Bhatara Nirmmala'' | |||
''Malingga Ring Tlenging Ati'' | |||
''Kadi Manik Sephatika Warnna Nira'' | |||
''Umetu Sira Tutuk'' | |||
''Dadi Sira Puja Mantra Mwang Puja Samanta'' | |||
''Angadeg Hyang Paramaning Adnyana'' | |||
''Mandi Hyang Purusa Pradana'' | |||
''Anunggilaken Sang Hyang Tutur Menget'' | |||
''Aweruhaken Maring Kadharman Gama'' | |||
''Angadegang Giri Kencana Mapucuk Manik'' | |||
''Alungguh Sira Bhatara Guru'' | |||
''Amurtiaken Saluwiring Bebantenan'' | |||
''Angadagaken Hyang Dewata Makabehan'' | |||
''Katekaning Kala Maya Ngeluputang'' | |||
''Manadi Tumuruh Hyang Parama Atma'' | |||
''Manugraha Saluwiring Bhayu Sabda Hidep'' | |||
''Angeraksa Aken Saluwiring Indriya'' | |||
''Manadi Hyang Panca Mahabuta'' | |||
''Anguripi Jagat Anda Bhuwana'' | |||
(sekar kelentikin, maleh ngambil sekar lanturang antuk saha ring sor) | |||
''Ong Pakulun Hyang Jnana Kabanten'' | |||
''Hulun Angadegaken Dewata Bhatara'' | |||
''Maring Saluwiring Babantenan'' | |||
''Ledang Paduka Bhatara Amuktiaken Sari'' | |||
''Angisep Sari, Anyumputin Sarining Bebantenan'' | |||
''Pinaka Hatur Den Damuh Paduka Bhatara'' | |||
''Anguntap Anuhur Paduka Bhatara'' | |||
''Tumedun Wara Panugrahan Dewata Bhatara'' | |||
''Rep Rep Angerasuk'' | |||
''Maring Saluwiring Rupa Babanten'' | |||
''Angayab Maring Padhan Nira Hyang Sinuhun'' | |||
''Angebek Maring Jagat'' | |||
''Ngawe Karahayuan Jagat'' | |||
''Kasukertan Sadya Paripurna''</blockquote> | |||
==== Ngalinggihang Ring Palinggih ==== | |||
(Maserane antuk sekar, saha nyuarang genta)<blockquote>''Ong Hyang Ning Hyang Pramesti Guru'' | |||
''Hyang Maraga Ardhanareswari'' | |||
''Hyang Purusa Pradana'' | |||
''Hyang Dewata Dewati'' | |||
''Hyang Lanang Hyang Istri'' | |||
''Hyang Akasa Hyang Pertiwi'' | |||
''Atunggil Manadi Hyang Dewata Bhatara'' | |||
''Alinggih Maring Gedong Saren'' | |||
''Angadeg Hyang Purusa'' | |||
''Amurtiaken Hyang Parama Wisesa'' | |||
''Anyeneng Paduka Bhatara Sakti'' | |||
(sekar kagenagang ring tirta, raris tirta punika kasiratang ring palinggih, kalanturang antuk saha ring sor) | |||
''Ong Pakulun Hyang Bhatara Sakti'' | |||
''Hulun Anedunaken Hyang Dewata Bhatara'' | |||
''Kiniring Dening Sanak Putu Ira Sadaya'' | |||
''Kula Gotra Makabehan'' | |||
''Parerencangan Paduka Bhatara'' | |||
''Sedahan Agung Sedahan Alit'' | |||
''Bala Tanda Mantri Makabehan'' | |||
''Hyang Widyadara-Widyadari'' | |||
''Pada Tumurun Anuhut Hyang Dewata Bhatara'' | |||
''Malingga Malinggih Maring Parhyangan Sakti'' | |||
''Gedong Meru Lan Palinggih Makabehan'' | |||
''Angadeg Hyang Padma Lingga'' | |||
''Agelung Emas Mapurada'' | |||
''Mahiyas Panca Datu'' | |||
''Mabusana Sarwa Bungah'' | |||
''Maka Cihna Sang Mahottama'' | |||
''Cendek Kober Pada Mahiringan'' | |||
''Maka Cihna Tumedun Paduka Bhatara'' | |||
''Kairing Gong Kekidungan'' | |||
''Masuryak Sarwa Panjak Anundung Bhuta'' | |||
''Angadeg Hyang Bhatara Sakti''</blockquote> | |||
==== Ngalinggihang Ring Padma ==== | |||
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta. Padma punika matenger palinggih utawi genah malinggih, utawi genah ngenahang upakara ring palinggih, tur nenawi yan wenten palinggih padma ring parhyangan)<blockquote>''Ong Hyang Bhatara Lingga'' | |||
''Angadeg Maring Padma Yoni'' | |||
''Atemuaken Hyang Purusa Lan Pradana'' | |||
''Angadeg Hyang Bhatara Sakti Lan Hyang Pertiwi'' | |||
''Hyang Panembahan Agung'' | |||
''Giri Murti Kencana'' | |||
''Hyang Gunung Agung Gunung Lebah'' | |||
''Anunggilaken Maring Gedong Sari'' | |||
''Matehu Hyang Ring Saren Suci'' | |||
''Manadi Hyang Taksuning Jagat'' | |||
''Panugrahan Hyang Ghana Saraswati'' | |||
''Anugrahaken Sastra Siddhi'' | |||
''Amuter Tri Bhuwana'' | |||
''Metu Sang Hyang Tri Purusa'' | |||
''Brahma Wisnu Iswara'' | |||
''Angadeg Maring Gedong Agung'' | |||
''Pradana Maraga Purusa'' | |||
''Hyang Ibu Pertiwi'' | |||
''Hyang Kawitan Kamimitan'' | |||
''Anembah Nyang Tiga guru Wisesa'' | |||
''Karaksa Den Hyang Tri Sakti'' | |||
''Sira Brahma Wisnu Iswara'' | |||
''Mangguhang Khayangan Makabehan'' | |||
''Karaksa Den Hyang Rudra Maka Kala Sakti'' | |||
''Hyang Pangelurahan Agung Pamurtian Hyang Taksuning Jagat'' | |||
''Angeraksa Saluwiring Kahuripan'' | |||
''Hyang Siwa Prajapati'' | |||
''Surya Teja Maya Hyang Siwa-Dhurga'' | |||
''Mahadewa Maka Linggihnia'' | |||
''Anuntun Saluwiring Swadharma'' | |||
''Kawengkon Dening Hyang Dhurga Murti'' | |||
''Saluwiring Madya Mandala Kabeh'' | |||
''Mandi Rahayu Jagat Makabehan'' | |||
(sekar kalentikin, raris ngambil sekar maleh) | |||
''Ong Hyang Catur Dewi'' | |||
''Amurti Hyang Catur Loka Pala'' | |||
''Hyang Panembahan Agung'' | |||
''Hyang Susuhunan Agung'' | |||
''Hyang Utara, Hyang Kidul, Hyang Kulon, Hyang Lor'' | |||
''Hyang Penyarikan, Hyang Ratu Magelung'' | |||
''Hyang Penerayungan Pengubengan'' | |||
''Hyang Bhagawan Yogiswara'' | |||
''Nyang Waruna Anyupat Aken'' | |||
''Saluwiring Sastru Sarwa Prani'' | |||
''Sarwa Jagat Sudhamala'' | |||
''Paripurna Ya Namah''</blockquote> | |||
==== Ngalinggihang Ring Upasaksi/Surya ==== | |||
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta)<blockquote>''Ong Sang Hyang Surya Candra Lintang Tranggana'' | |||
''Sang Hyang Aditya Teja Amerta'' | |||
''Hyang Bapa Akasa, Hyang Ibu Pertiwi'' | |||
''Hyang Tiga Guru Wisesa'' | |||
''Hyang Kaki Siwa Gotra, Hyang Nini Siwa Gotri'' | |||
''Hyang Kaki Samantara, Hyang Nini Samantari'' | |||
''Hyang Kaki Citragotra, Hyang Nini Citragotri'' | |||
''Hyang Kaki Bhagawanta, Hyang Nini Bhagawanti'' | |||
''Hyang Kaki Penyeneng, Hyang Nini Penyeneng'' | |||
''Hyang Panembahan Jambudwipa'' | |||
''Hyang Malinggih Ring Mahameru'' | |||
''Sang Hyang Sakaning Paran'' | |||
(sekar kalentikin, raris ngambil sekar maleh) | |||
''Hulun Anembah Paduka Bhatara'' | |||
''Angadegaken Dewa Makabehan'' | |||
''Pinaka Upasaksining Hyang'' | |||
''Muputang Sakaluwiring Yadnya'' | |||
''Mapica Panugrahan Sarwa Siddha Karya'' | |||
''Kauntab Paduka Bhatara'' | |||
''Malinggih Maring Sanggar Babantenan'' | |||
''Angereka Saluwiring Amerta'' | |||
''Manadi Tirta Sanjiwani'' | |||
''Maka Suksmaning Panunggilan Dewa Bhatara'' | |||
''Maring Hyang Purusa Predana'' | |||
''Mapahayu Sakaluwiring Jagat Kabeh'' | |||
''Maka Siddha Paripurna''</blockquote> | |||
==== Ngalinggihang Ring Daksina Tapakan ==== | |||
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta)<blockquote>''Ong Sang Hyang Maha Sakti'' | |||
''Tumedun Paramaning Hyang Sinuhun'' | |||
''Matunggilan Akasa Lawan Pertiwi'' | |||
''Ambekning Hyang Parama Suksma'' | |||
''Umujil Maring Bhuwana Kabeh'' | |||
''Maring Purwa, Maring Gneyan'' | |||
''Maring Daksina, Maring Neriti'' | |||
''Maring Pascima, Maring Wayabya'' | |||
''Maring Uttara, Maring Ersanya'' | |||
''Mapupul Pucaking Maring Madya'' | |||
''Mahider Purwa Daksina'' | |||
''Angadeg Maring Rwaning Daksina'' | |||
''Katapak Den Hyang Dewa Bhatara'' | |||
''Manadi Alinggih Alungguh'' | |||
''Ayoga Hyang Bhatara Sakti'' | |||
''Madasar Amertaning Jagat'' | |||
''Pangawak Sarwa Ngalub'' | |||
''Patitis Sekar Setaman'' | |||
''Mahiyas Kadi Gelung Agung'' | |||
''Kapendak Den Canang Sari'' | |||
''Lenga Wangi Burat Wangi'' | |||
''Malingga Malinggih Paduka Bhatara'' | |||
''Maring Daksina Tapakan'' | |||
''Nodya Saturan Sami'' | |||
''Pahenak-Henak, Pangarum Arum'' | |||
''Sarwa Suci, Sarwa Sudha'' | |||
(sekar kalentikin raris ngambil sekar maleh) | |||
''Ong Pakulun Paduka Bhatara ................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)'' | |||
''Paduka Bhatara ................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)'' | |||
''Paduka Bhatara................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)'' | |||
''Paduka Bhatara................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)'' | |||
(Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih) | |||
''Hulun Jan Banggul Paduka Bhatara'' | |||
''Angadegaken Paduka Bhatara Kinabehan'' | |||
''Maring Tapakan Paduka Bhatara'' | |||
''Maring Purwaning Daksina'' | |||
''Menawi Hana Kirang Hana Luput'' | |||
''Saturan Hulun Ri Jeng Paduka Dewa Bhatara'' | |||
''Atur Pangaksama Pamendak Paduka Bhatara'' | |||
''Ledang Paduka Bhatara Ngampurayang'' | |||
''Ketambetan Hulun Cangkah Cumangkah'' | |||
''Matur Hatur Ring Paduka Bhatara'' | |||
''Raris Anyeneng Paduka Bhatara'' | |||
''Maring Daksina Tapakan Bhatara'' | |||
''Ong Ang Ung Mang Sri Dewa Ya Namah Swaha''</blockquote> | |||
=== NGATURANG PANGERESIKAN === | === NGATURANG PANGERESIKAN === | ||
Revision as of 23:12, 12 September 2026
| Judul Buku | |
|---|---|
| Judul Buku | PUJA SAHA SASONTENGAN |
| ISBN | 978-623-5427-66-9 |
| Penulis | I PUTU ARYA SURYAWAN, S.Fil., M.Pd. |
| Tahun Terbit | 2024 |
AGEM-AGEMAN MANGKU SONTENG
"Puja pali-pali kretti dharmma, aji puja deha, aranira waneh, maka gaglaranira angonteng, sahangaran,"
Puja pala pali adalah bagian dari dharma, atau sebuah kewajiban, yaitu sebuah doa yang sederhana untuk melakukan pemujaan, namanya atau doa yang dipanjatkan tidak terasa asing atau mudah dipahami, sebagai pedoman yang dilakukan sebagai ageman nyonteng atau mangku sonteng,
"anabuhakna tngeran alambe, aghenta sasiwak, umiring maring sor, dadya swaranya tabuh pisan, Neng, Neng, Neng",
Menyuarakan sebuah genta dengan ciri satu ketukan, menggunakan genta hanya sebagian atau satu sisi saja, dengan memiringkan pada bagian bawah genta, menjadi suaranya dengan nada satu ketukan, dengan suara neng-neng-neng,
"mangkana salawasnya anyonteng, aywa ngiwangi, aywa mamadha-madha, ring bhawa laksana, ulahira sang brahma pandhita, margga nira amuja-muja ngloka parasraya, apan sang pandhita makanggeh sang guru yogiswara dening sang para loka kramma, maka purohitaning jagat,"
Demikianlah hendaknya dilakukan selamanya, janganlah menyalahkan atau jangan sampai keliru memahami, dan jangan menyamai, jangan juga melakukan hal yang sama, menyerupai apa yang dilakukan oleh Brahmana Pandita atau Wiku, sebagaimana Sang Wiku melakukan puja-puja atau melakukan pelayanan, karena Sang Wiku adalah seorang guru yang mengajarkan ajaran yoga kepada masyarakat, dan Wiku juga memiliki kedudukan yang mulia,
" kalinganya, ya sira arep angaduga magaman, wnang awinten gama tirtha sira rumuhun, mresihan agama ring raga sariranta, wnang adadaha dharmma, pawintenan gama tirtha, ring sang brahmana para pandhita, maka amrestitaning raga sasira,"
Maka dari itu, bagi siapa saja yang hendak mempelajari atau mengisi diri tentang ajaran agama, hendaknya melakukan pawintenan atau penyucian diri terlebih dahulu dengan memahami apa yang dimaksud dengan gama tirta, gama tirta dapat dipelajari atau didapatkan dari Ida Sang Wiku atau Brahmana Pandita, dengan ajaran tersebut dapat menyucikan diri.
"yan sira praya anyonteng, glari puja deha, asa-asa akunang, apningan sira rumuhun, anyuci laksanna anda tirtha pabresihan, ring sang sdaka, siwa tuwi bhuddha, asasalin wastra lan kampuh, sarrwa putih,"
Jika anda atau siapa saja hendak melakukan nyonteng atau menjalankan sebagai Mangku Sonteng, melakukan doa dengan seha atau bahasa yang sederhana, hendaknya melakukan beberapa tahapan, melakukan konsentrasi atau memfokuskan fikiran, menyucikan diri dengan tirta pabersihan, yang sebelumnya telah dimohonkan kepada Sang Wiku atau Sulinggih, baik Sulinggih Siwa maupun Budha, memakai busana dan pakaian serba putih,
" asmupne drupanya, hning tan kapinggingan, satkanta ring unggwan amuja sonteng, maha leprupanta, asila desa pned, ngarepin sopakaranya, lwirnya, toya panglukatan, pabresihan, sakeng sang sdaka, sira sang sinuwun, ika sasuwunan, nga. apan sira juga wnang mrasiddha kna ikang sarwwa pinuja, mwah ngaepan skar mwang asep menyan astanggi, wepawitra winadahan paruk anyar, anggen pamretista sopokaraning babanten,
Sebagai seorang Mangku Sonteng, di depannya ada dupa yang menyala atau pasepan dengan asap, suasana ketika mulai nganteb dibuat hening, sebagai sebuah persyaratan pemujaan seorang Mangku Sonteng adalah keheningan, diawali dengan duduk bersila dengan badan yang tegap, di depannya terdapat sarana seperti tirta pengelukatan, tirta pabersihan, yang keduanya didapatkan dengan cara memohon kepada Ida Sang Sulinggih, karena beliau Sang Sulinggih sebagai pemberi kewenangan atau sebagai Dewa Sekala. Beliau Sang Sulinggih juga berwenang menyucikan segala bentuk upakara atau bebantenan serta mengesahkan sebuah pemujaan yang dilakukan oleh Mangku Sonteng, juga di depan Mangku Sonteng tersedia bunga serta asep atau dupa yang wangi, atau pasepan yang diisi menyan, juga tersedia air bersih dengan tempat yang dibuah dari kuali (payuk) yang baru atau bersih, yang air tersebut akan digunakan untuk sarana penyucian segala jenis upakara atau bebantenan. Hal tersebut diatas sebagai sebuah perlengkapan yang mutlak ada ketika Mangku Sonteng melakukan nganteb.
"Riwus jangkep, sapakaranya kabeh, glarakna sapari krammanta amantra amusti angrelesika, idhepta tan hana kaletuhan, hning galang kadi gaganna tanpa megga, ngastiti panugrahan bhatara siwa rumuhun, unggwahakna ring awakta, amantra rumngeku mnyep, ring ngati,"
Setelah lengkap segala jenis kelengkapan nganteb dane Mangku Sonteng, mulailah mengucapkan mantra yang diawali dengan menyucikan diri, dengan cara memusatkan fikiran sehingga suci tanpa ada memikirkan hal yang lainnya, menjadi fikiran yang hening dan terang bagaikan langit tanpa awan, diawali dengan memohon anugrah dari Bhatara Siwa, yang diturunkan (ngalinggihang Siwa) ke dalam diri dane Mangku Sonteng, sehingga menyatukan Siwa dalam diri dane Mangku Sonteng, mantra tersebut diucapkan dalam hati, dan tidak bersuara.
AGEM-AGEMAN NGAMARGIANG UPACARA DEWA YADNYA PIODALAN
PANGREDANA
Kamargiang rikala wawu malinggih, utawi pagredana dados kamargiang ring jeroan sedereng memargi ring genah upacara. Sarana: wantah nganggen asep kemanten.
Mantra ring sor dados pilih asiki sane manut ring kayun
Nhastiti Panugrahan Bhatara Siwa
(Tangan amusti karana)
Ong Siwa Nugraha Nirmmala
Sarwwa Sastra Suksma Siddhi
Sarwwa Karya Suddha Nirmmala Ya Namah Swaha
Ong Saraswati Sama Siddhi Ya Namah Swaha
Ong Ghmung Sadhasiwa Ya Namah Swaha
Ong Ghmung Paramasiwa Ya Namah Swaha
Ong Ghmung Galedipatha Ya Namah Swaha
Ong Siwa Pasupati Ya Namah
Ong Pakulun Hyang Manggalaning Purusa
Handa Wara Nugraha Mami
Kasidian Sarwa Sidhakarya
Angadeg Maring Hidepku
Galang Tanpa Letuh
Kadi Megha Maring Akasa
Ong Siwa Nirmala Ya Namah
Ong Ghmung Sadhasiwa Ya Namah
Ong Ghmung Paramasiwa Ya Namah
Ong Ghmung Pasupati Ya Namah
Ong Sang Hyang Siwa Nirmala Jnana
Anugerahaken Sarwa hidep Suksam Siddhi
Sarwa Karya Sudha Nirmala
Ong Saraswati Parama Sidhya Ya Namah
Anughaken Sasra Suksma Siddhi
Sarwa Karya Prasidhyantu
Ong Ghmung Ganapata Ya Namah
Anugrahaken Sarwa Kasidian
Sawa Kala Purna Ya Namah
Ong Siddha Sudha Siddhi Ya Namah
Ngeresikin Tangan Antuk Toya
(Sirati tangan antuk toya anyar, tur usapin tangan ke ukup urip asep)
Ong Sudha Nirmala Ya Namah
Ong Agni Sudha Ya Namah
Ong Kara Sudha Ya Namah
Ngasep Rage
(Tangan keukup ring asep, tur tangan kasilang ring angga utawi ring dada)
Ong Dupa Astra Ya Namah
Ong Agni Englebur Sarwa Papa Klesa Geleh Pateleteh Sariranku Ya Namah
Ong Sarwa Papa Dasa Mala Moksha Hilang Ya Namah
Ong Sarira Sudha Nirmala Ya Namah
Nganggen Cendana/Menyan Astanggi
(Cendana utawi menyan kagenahang ring gidat utawi selaning lelata, karna kiwa tengen)
Ong Siwa, Sadhasiwa, Prammasiwa Ya Namah
Ong Mang Prama Guru Iswara Ya Namah
Ong Ang Brahma Hidup, Ong Ung Wisnu Sidhya, Ong Mang Iswara Mandhi
Ong Hyang Hyang Sang Hyang Ayu
Ingulun Aminta Wara Nugrraha Arum Arum
Sida Sang Hyang Ayu Manugrahaken Kasidian
Sang Hyang Pasupati Anugrahaken Pangidephati
Alungguh Sira Dewata Kabeh
Maring Angga Sarira
Nungas Pabersihin Raga (Aji Katomah)
(Ngagem asep, wusan nguncarang mantra, asep keuter ring prarai ping 3)
Ong Hidep Aku Anganggo Aji Katomah
Amangsa Amungsung Tan Pabersihan
Aku Pawaking Setra
Sukha Kang Akasa Sukha Kang Pertiwi
Aku Tang Keneng Kasebelan
Mapan Aku Teka Amersihin Awak Sariranku
Teka Bersih, Teka Bersih, Teka Bersih
Ong Pakulun Sang Hyang Aji Katomah
Inugrahaken Bhatara Siwa
Mamurti Maring Sariranku
Mabersihin Angga Sariranku Kabeh
Psuk Wedu Sudha Nirmala
Tan Keni Kacuntakan Wong Glen
Sudha Nirmala Ya Namah
Masirat Pangelukatan
(nyiratang angga anuk tirta panelukatan sane katunas saking Wiku/Sulinggih, utawi tirta pangelukatan sane sampun wenten, dados anggen toya bungkak utawi toya kelebutan)
Ong Ong Ananta Galeya Namah
Ong Ong Padmasana Ya Namah
Ong Pratama Sudha, Dwitya Sudha, Tritya Sudha
Ong Sudha, Sudha, Sudha, Nirmala Ya Namah
Raja Pinulah
(Tangan amusti karana, dados nganggen sekar, wusan nguncarang mantra sekar kagenahang ring udeng)
Ang, Ung, Mang, Ong
I Ba Sa Ta A, Ya Namah Siwaya, Ang Ung Mang Ong
Ong Ang Ung Mang Raja Pinulah
Sang Hyang Pasupati Hyang Ning Pinulah
Sira Brahma Wisnu Iswara
Sira Nugraha Sira Migraha
Sira Wesya Mwang Amerta
Sira Sarwa Karya Mwang Sarwa Siddhi
Wehaken Hulun Panugrahan Ta
Ngadegang Siwa Ring Angga
(Tangan amusti karana, dados mesarana antuk bija, wusan kapuja bija kagenahang ring siwa dwara, lelata, dada, bahu tengen, bahu kiwa, taler dados masarana asep sinambi nguncarang mantra kasurat panca aksara ring angga sarira duwene)
Ong Ong Rah Phat Astra Ya Namah Swaha
Ong Ang Ksamma Sampurnna Ya Namah Swaha
Ong Ong Dewa Pretista Ya Namah
Ong Sang Bang Tang Ang Ing Siwa Lingga Ya Namah
Ong Ing Isana Ya Namah (Siwa Dwara)
Ong Tat Purusa Ya Namah (Lelata)
Ong Ang Angora Ya Namah (Dada)
Ong Bang Bamadewa Ya Namah (Bahu Tengan)
Ong Sang Sadyagata Ya Namah (Bahu Kiwa)
Idep Dewa Siwa Malingga Ring Bahunta Tengan
Dewa Sadasiwa Malingga Ring Bahunta Kiwa
Dewa Paramasiwa Malingga Ring Siwadwaranta
Pada Nyuksma Ring Raga Sariranta Kabeh
Tunggal Sira Amupul Kabeh Umungguh Ring Tuntunging Hati
Ong Ang Ung Mang, Ang Ah Ong
Nguripang Dasendriya
(Kamargiang antuk pranayama, rikala tahan napas sambil nguncarang mantra ring hidep)
Sa Ba Ta A I, Na Ma Si Wa Ya, Ang Ung Mang Ong
Amuja Bhatara
(Kamargiang antuk sembah puyung)
Ong Rah Ung Phat Astra Ya Namah
Ong Ong Ksama Sampurna Ya Namah
Ong Dewa Arddha Nareswari Ya Namah
Ong Pakulun Hyang Paramaning Suksma
Sang Hyang Ardha Nareswari
Maraga Sang Hyang Jagatnatha
Hulun Nyatpada Antuk Tangan Karo
Nunas Panugrahan Hyang Dewa Bhatara
Lamakane Hulun Tan Keni Tulah Pamidi
Kacakra Bhawa Antuk Linggih Paduka Bhatara
Ngaturang Linggih Paduka Bhatara
Saha Matur Atur Sopakaraning Yadnya
Ong Sang Hyang Pamarama Siddhi Ya Namah
Ong Pakulun Paduka Bhatara ...........................
Ingulun Ngaturaken Sembah Bhakti Ring Padan Paduka Bhatara
Mapan Inguun POinaka Pamangkuan Paduka Bhatara
Ngaturang Pengeling-eling Ring Paduka Bhatara
Ledang Paduka Bhatara Manugrahi Hulun
Kasidian Saraja Karya
PANGAKSAMA DEWA
Paletan puniki pinaka pangawit sajeroning ngamargiang puja pala-pali panganteb.
Mantra ring sor dados pilih asiki sane manut ring kayun
Ngagem Genta
(Genta kagamel, keasepin, tur kasiratin toya anyar)
Ong Pakulun Sang Hyang siwa
Hulun Handa Sih Wara Nugraha Paduka Bhatara
Kawenangan Hulun Angambek Aken Genta
Ong Genta Sabda Astra Ya Namah
(raris genta ka penting ping 3)Ong Ang Namah (pentil ka-1)
Ong Ung Namah (pentil ka-2)
Ong Mang Namah (pentil ka-3)
Hatur Pangaksama
(Maserana antuk sekar, saha nyuarang genta)
Ong Pakulun Sang Hyang Parama Wisesa
Hyang Siwa Uriping Bhuana Kabeh
Hyang Pasupati
Hyang Dewata Dewati
Hyang Bhatara Bhatari
Kaki Siwagotra, Nini Siwagotri
Kaki Panyarikan, Nini Panyarikan
Kaki Samantara, Nini Samantari
Hulun Aminta Wara Nugraha
Mangda Tan Keneng Sot-Sot Upadrawa
Tan Keneng Tulah Mwang Pamidi
Ri Saupakaraning Hulun
Angaturaken Seha Mantra
Ring Jeng Paduka Dewa Bhatara
Wehaken Hulun Kasidian,
Siddhi, Siddha Rahayu Paripurna
Ong Pakulun Sang Hyang Jagatnatha
Angadakan Jambudwipa
Anyeneng Hyang Mahameru
Maring Khayangan Saktu
Hyang Luhuring Akasha
Hyang Jnana Siddhi
Sang Hyang Tunggal Ika
Hulun Amuja Ngaturang Pangaksama
Ring Padhan Nira Hyang Mami
Mangda Tan Keni Tulang Muang Pamidhi
Tan Keni Sot-Sot Upadrawa
Kawenangan Hulun Amuja Hyang Bhatara
Matur Hatur Ring Pwa Padan Paduka Bhatara
Antuk Puja Saha Mantra
Kasaksinin Hyang Kukus Harum
Merik Sumirik Mangundang Hyang Dewata
Anuhut Kayun Paduka Bhatara
Tumedun Macecingak Ring Saraja Karya
Manugraha Suksma Siddhi
Panuwuran Bhatara
(Maserana antuk pengasepan, saha nyuarang genta)
Ong Pakulun Sang Hyang Parama Wisesa
Pakulun Dewa Bhatara
Angadeg Maring Gunung Agung Gunung Lebah
Mekadi Hyang Purusa Predana
Angadeg Sira Hyang Panembah Agung
Maring Meru Agung Matumpang Sawelas
Tumurun Sanak putu Saha Kula Gotra Kabeh
Angadeg Maring Parhyangan Soang-Soang
Kasungsung Dening Panajak Kinabehan
sang Para Ratu Angawengku Rat
Sarwa Paceking Prasanak Kinabehan
Hyang Dewata Dewati
Mekadi Hyang Ning Nyang Dewata
Dewa Hyang Pitara
Kawitan Kamimitan
Sang Panembah Swarga Loka
Hulun Angaturaken Panyembrahma
Pangaksama Antuk Sarining Canang
Merik Sumirik Ambuning Menyan
Ledang Paduka Bhatara Kinabehan
Angadeg Maring Palinggih Soang-Soang
Manugrahaken Ingulun
Matur-Atur Saluwuring Sarining Jagat
Bebanten Saupakarania Kinabehan
Ong Hyang Hyang Sang Hyang Ayu
Asiha Ta Pinakeng Hulun
Sira Hyang Sinuhun Asung Nugraha
Ring Sapula-Pali Padhanira Sang Hyang Samangkana Ta Hulun
Inigraha Den Sang Hyang Pasupati
Ida Malinggih Ring Pucaking Gunung Mahameru Maring Jambudwipa
Mangkin Ida Harap Tumurun Maring Parhyangan Engkene
Anyaksinin Sakaluwiring Karya
Anerima Soparnaning Bebantenan
Anyumputin Sarining Jnana
Amuputaken Yadnya Manusa
Manadi Siddha Paripurna
Kang Nugraha Mahamertam
Umastana Karahajengan Lan Karahayuan
Jagat Saha Sadagingnyane
Dhirgayusa Pala Kerta Sampurna Ya Namah
Nedunang Bhatara
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta, kasarengin antuk jero istri sane ngaturang tetabuhan aran lan berem)
Ong Pakulun Hyang Ning Hyang Suniantara
Pakulun Jagat Wisesa
Sang Hyang Lokanata
Sang Hyang Uriping Jagat Kabeh
Sang Hyang Bayu Sabda Hidep
Sang Hyang Ibu Pertiwi
Para Parencangan Makabehan
Hyang Gandarwa Gandarwi
Nyang Ghana Ghani
Hyang Kalika Muang Dedemit
Bhuta Kala Makabehan
Hulun Jan Banggul Paduka Bhatara
Angaturaken Sarining Mantra
Maka Piuning Lan Pangaksama
Pamendak Penyanggra Dewa Bhatara Kinabehan
Mangda Tan Keneng Sot-Sot Upadrawa
Tulah Muang Pamidi
Antuk Kaonangang Hulun Manadi Pamangku
Angayabaken Sarining Bebantenan
Angaturang Pangenak Enak
Ring Jeng Paduka Bhatara Kibabehan
Ong Ong Ong Sampurna Ya Namah
NGALINGGIHAN BHATARA
Paletan puniki pinaka pangastawa maring Ida Bhatara sane sampun tumudun rur kalinggihang.
Mantra ring sor dados pilih asiki sane manur ting kayun
Ngalinggihang Ring Banten
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta)
Ong Idhepta Bhatara Nirmmala
Malingga Ring Tlenging Ati
Kadi Manik Sephatika Warnna Nira
Umetu Sira Tutuk
Dadi Sira Puja Mantra Mwang Puja Samanta
Angadeg Hyang Paramaning Adnyana
Mandi Hyang Purusa Pradana
Anunggilaken Sang Hyang Tutur Menget
Aweruhaken Maring Kadharman Gama
Angadegang Giri Kencana Mapucuk Manik
Alungguh Sira Bhatara Guru
Amurtiaken Saluwiring Bebantenan
Angadagaken Hyang Dewata Makabehan
Katekaning Kala Maya Ngeluputang
Manadi Tumuruh Hyang Parama Atma
Manugraha Saluwiring Bhayu Sabda Hidep
Angeraksa Aken Saluwiring Indriya
Manadi Hyang Panca Mahabuta
Anguripi Jagat Anda Bhuwana
(sekar kelentikin, maleh ngambil sekar lanturang antuk saha ring sor)
Ong Pakulun Hyang Jnana KabantenHulun Angadegaken Dewata Bhatara
Maring Saluwiring Babantenan
Ledang Paduka Bhatara Amuktiaken Sari
Angisep Sari, Anyumputin Sarining Bebantenan
Pinaka Hatur Den Damuh Paduka Bhatara
Anguntap Anuhur Paduka Bhatara
Tumedun Wara Panugrahan Dewata Bhatara
Rep Rep Angerasuk
Maring Saluwiring Rupa Babanten
Angayab Maring Padhan Nira Hyang Sinuhun
Angebek Maring Jagat
Ngawe Karahayuan Jagat
Kasukertan Sadya Paripurna
Ngalinggihang Ring Palinggih
(Maserane antuk sekar, saha nyuarang genta)
Ong Hyang Ning Hyang Pramesti Guru
Hyang Maraga Ardhanareswari
Hyang Purusa Pradana
Hyang Dewata Dewati
Hyang Lanang Hyang Istri
Hyang Akasa Hyang Pertiwi
Atunggil Manadi Hyang Dewata Bhatara
Alinggih Maring Gedong Saren
Angadeg Hyang Purusa
Amurtiaken Hyang Parama Wisesa
Anyeneng Paduka Bhatara Sakti
(sekar kagenagang ring tirta, raris tirta punika kasiratang ring palinggih, kalanturang antuk saha ring sor)
Ong Pakulun Hyang Bhatara SaktiHulun Anedunaken Hyang Dewata Bhatara
Kiniring Dening Sanak Putu Ira Sadaya
Kula Gotra Makabehan
Parerencangan Paduka Bhatara
Sedahan Agung Sedahan Alit
Bala Tanda Mantri Makabehan
Hyang Widyadara-Widyadari
Pada Tumurun Anuhut Hyang Dewata Bhatara
Malingga Malinggih Maring Parhyangan Sakti
Gedong Meru Lan Palinggih Makabehan
Angadeg Hyang Padma Lingga
Agelung Emas Mapurada
Mahiyas Panca Datu
Mabusana Sarwa Bungah
Maka Cihna Sang Mahottama
Cendek Kober Pada Mahiringan
Maka Cihna Tumedun Paduka Bhatara
Kairing Gong Kekidungan
Masuryak Sarwa Panjak Anundung Bhuta
Angadeg Hyang Bhatara Sakti
Ngalinggihang Ring Padma
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta. Padma punika matenger palinggih utawi genah malinggih, utawi genah ngenahang upakara ring palinggih, tur nenawi yan wenten palinggih padma ring parhyangan)
Ong Hyang Bhatara Lingga
Angadeg Maring Padma Yoni
Atemuaken Hyang Purusa Lan Pradana
Angadeg Hyang Bhatara Sakti Lan Hyang Pertiwi
Hyang Panembahan Agung
Giri Murti Kencana
Hyang Gunung Agung Gunung Lebah
Anunggilaken Maring Gedong Sari
Matehu Hyang Ring Saren Suci
Manadi Hyang Taksuning Jagat
Panugrahan Hyang Ghana Saraswati
Anugrahaken Sastra Siddhi
Amuter Tri Bhuwana
Metu Sang Hyang Tri Purusa
Brahma Wisnu Iswara
Angadeg Maring Gedong Agung
Pradana Maraga Purusa
Hyang Ibu Pertiwi
Hyang Kawitan Kamimitan
Anembah Nyang Tiga guru Wisesa
Karaksa Den Hyang Tri Sakti
Sira Brahma Wisnu Iswara
Mangguhang Khayangan Makabehan
Karaksa Den Hyang Rudra Maka Kala Sakti
Hyang Pangelurahan Agung Pamurtian Hyang Taksuning Jagat
Angeraksa Saluwiring Kahuripan
Hyang Siwa Prajapati
Surya Teja Maya Hyang Siwa-Dhurga
Mahadewa Maka Linggihnia
Anuntun Saluwiring Swadharma
Kawengkon Dening Hyang Dhurga Murti
Saluwiring Madya Mandala Kabeh
Mandi Rahayu Jagat Makabehan
(sekar kalentikin, raris ngambil sekar maleh)
Ong Hyang Catur DewiAmurti Hyang Catur Loka Pala
Hyang Panembahan Agung
Hyang Susuhunan Agung
Hyang Utara, Hyang Kidul, Hyang Kulon, Hyang Lor
Hyang Penyarikan, Hyang Ratu Magelung
Hyang Penerayungan Pengubengan
Hyang Bhagawan Yogiswara
Nyang Waruna Anyupat Aken
Saluwiring Sastru Sarwa Prani
Sarwa Jagat Sudhamala
Paripurna Ya Namah
Ngalinggihang Ring Upasaksi/Surya
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta)
Ong Sang Hyang Surya Candra Lintang Tranggana
Sang Hyang Aditya Teja Amerta
Hyang Bapa Akasa, Hyang Ibu Pertiwi
Hyang Tiga Guru Wisesa
Hyang Kaki Siwa Gotra, Hyang Nini Siwa Gotri
Hyang Kaki Samantara, Hyang Nini Samantari
Hyang Kaki Citragotra, Hyang Nini Citragotri
Hyang Kaki Bhagawanta, Hyang Nini Bhagawanti
Hyang Kaki Penyeneng, Hyang Nini Penyeneng
Hyang Panembahan Jambudwipa
Hyang Malinggih Ring Mahameru
Sang Hyang Sakaning Paran
(sekar kalentikin, raris ngambil sekar maleh)
Hulun Anembah Paduka BhataraAngadegaken Dewa Makabehan
Pinaka Upasaksining Hyang
Muputang Sakaluwiring Yadnya
Mapica Panugrahan Sarwa Siddha Karya
Kauntab Paduka Bhatara
Malinggih Maring Sanggar Babantenan
Angereka Saluwiring Amerta
Manadi Tirta Sanjiwani
Maka Suksmaning Panunggilan Dewa Bhatara
Maring Hyang Purusa Predana
Mapahayu Sakaluwiring Jagat Kabeh
Maka Siddha Paripurna
Ngalinggihang Ring Daksina Tapakan
(Mesarana antuk sekar, saha nyuarang genta)
Ong Sang Hyang Maha Sakti
Tumedun Paramaning Hyang Sinuhun
Matunggilan Akasa Lawan Pertiwi
Ambekning Hyang Parama Suksma
Umujil Maring Bhuwana Kabeh
Maring Purwa, Maring Gneyan
Maring Daksina, Maring Neriti
Maring Pascima, Maring Wayabya
Maring Uttara, Maring Ersanya
Mapupul Pucaking Maring Madya
Mahider Purwa Daksina
Angadeg Maring Rwaning Daksina
Katapak Den Hyang Dewa Bhatara
Manadi Alinggih Alungguh
Ayoga Hyang Bhatara Sakti
Madasar Amertaning Jagat
Pangawak Sarwa Ngalub
Patitis Sekar Setaman
Mahiyas Kadi Gelung Agung
Kapendak Den Canang Sari
Lenga Wangi Burat Wangi
Malingga Malinggih Paduka Bhatara
Maring Daksina Tapakan
Nodya Saturan Sami
Pahenak-Henak, Pangarum Arum
Sarwa Suci, Sarwa Sudha
(sekar kalentikin raris ngambil sekar maleh)
Ong Pakulun Paduka Bhatara ................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)Paduka Bhatara ................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)
Paduka Bhatara................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)
Paduka Bhatara................... (Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)
(Anutin Ring Abhiseka Ida Bhatara Sane Malinggih Ring Soang-Soang Palinggih)
Hulun Jan Banggul Paduka Bhatara
Angadegaken Paduka Bhatara Kinabehan
Maring Tapakan Paduka Bhatara
Maring Purwaning Daksina
Menawi Hana Kirang Hana Luput
Saturan Hulun Ri Jeng Paduka Dewa Bhatara
Atur Pangaksama Pamendak Paduka Bhatara
Ledang Paduka Bhatara Ngampurayang
Ketambetan Hulun Cangkah Cumangkah
Matur Hatur Ring Paduka Bhatara
Raris Anyeneng Paduka Bhatara
Maring Daksina Tapakan Bhatara
Ong Ang Ung Mang Sri Dewa Ya Namah Swaha