Panca Sembah
1. Sembah Pertama (Tanpa Sekar / Sembah Puyung), Sembah Pengawit
| Sarana | Tanpa bunga |
| Tujuan | Sembah ini ditujukan kepada Sang Hyang Atma (percikan kecil dari Tuhan yang ada di dalam diri setiap manusia). Sembah ini sebagai bentuk penyucian diri antaranya : bertujuan untuk Penyucian Diri : membersihkan pikiran, perkataan, dan perbuatan (Tri Kaya Parisudha) sebelum berkomunikasi lebih jauh dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, serta sebaga Penyelarasan Jiwa: Menyadari keberadaan Tuhan di dalam diri sendiri terlebih dahulu, sehingga jiwa (atma) siap dan layak untuk memuja keagungan Tuhan (paramatma). |
Do'a :
Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha.
Artinya: "Ya Tuhan, Atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah hamba".
2. Sembah Kedua Menghaturkan Ida Bhatara Surya (Menghaturkan Bunga/Sekar Putih)
| Sarana | Sekar Petak (Bunga Putih) |
| Tujuan | Memuja Tuhan sebagai Sumber Terang dan Kehidupan: Bhatara Surya dipuja sebagai manifestasi Sang Hyang Widhi Wasa yang memberi kesaksian agung (Saksi Tapeni) serta menerangi semesta dengan sinar suci-Nya.
Memohon Kesaksian dan Tuntunan: Memohon agar pelaksanaan persembahyangan disaksikan dan direstui, serta memohon pencerahan rohani agar terbebas dari kegelapan pikiran. |
Do'a :
Om Aditya sya paramjyoti,
rakta teja namo 'stute.
sweta panca maha meru,
bhaskaraya namo 'stute.
Artinya: "Ya Tuhan yang bersinar merah laksana matahari, sinar-Mu yang Maha Hebat. Hamba memuja Engkau yang bersemayam di Gunung Suci".
3. Mantra Sembah Ketiga di Pura Kawitan / Paibon / Dadia
| Sarana | Menggunakan bunga kwangi/bunga selain putih (atau bunga berwarna-warni). Sembah ini umumnya menggunakan bunga berwarna (seperti merah, kuning, atau paduan warna) yang melambangkan keagungan Ista Dewata dan wujud Trimurti. |
| Tujuan | Memuja Ista Dewata & Leluhur Suci: Ditujukan langsung kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam manifestasi-Nya sebagai Ista Dewata (Dewa Trimurti: Brahma, Wisnu, Iswara) serta leluhur suci (Bhatara Kawitan) yang bersemayam di tempat suci keluarga.
Memohon Perlindungan dan Keselamatan: Memohon agar terbebas dari segala rintangan, bencana, dan marabahaya (sarwa wighna winasanam). Mempererat Kerohanian Keluarga: Sebagai wujud bakti, penghormatan, dan pengingat akan asal-usul keturunan (kawitan) agar senantiasa mendapat tuntunan lahir dan batin. |
Do'a:
Om nama dewa adhisthanàya
sarwa wyapi wai siwàya
padmàsana eka pratisthàya
ardhanareswaryai namo namah
Oṁ Brahmā Wiṣṇu Īśwara dewam,Tripuruṣa śuddhātmakam,
Tridewa trimūrti lokam,
Sarwa wighna wināśanam.
Artinya: "Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja".
Artinya: "Ya Tuhan, dalam wujud-Mu sebagai Brahma, Wisnu, Iswara, Dewa Tripurusa Maha Suci, Tridewa adalah Trimurti, semogalah hamba terbebas dari segala bencana."
4. Mantra Sembah Keempat di Pura Kawitan (Ngastawa Bhatara Kawitan Ratu Pasek)
| Sarana | Menggunakan bunga kwangi / bunga berwarna-warni (sebagaimana sarana umum untuk persembahyangan kepada Ista Dewata dan Bhatara Kawitan pada sembah ketiga). |
| Tujuan | Memuja Leluhur Suci Ratu Pasek: Ditujukan untuk memuja dan memohon tuntunan dari leluhur suci Panca Rsi / Sapta Rsi dan para Bhatara Kawitan warga Pasek.
Memohon Kerahayuan Keturunan: Memohon waranugraha, keselamatan, ketentraman lahir-batin, serta perlindungan bagi seluruh warga/keturunan (warih) Ratu Pasek. Penyambung Kerohanian (Titisan Suci): Sebagai ungkapan bakti dan rasa terima kasih (rasa suksma) agar senantiasa berada dalam lindungan dan ajaran para Rsi/Leluhur. |
Do'a:
Om Siwa Rsi Maha Tirtham,
Panca Rsi Panca Tirtham,
Sapta Rsi Catur Yogam,
Lingga Rsi Mahalinggam
Om Ang Gong Gnijaya Namah SwahaOm Ang Gnijaya Jagat Patya namah
Om Ung Manik Jaya Ca,Sumerus Ca,
Saghanas Ca,
De Kuturan Baradah Ca,
Ya Namu Namah Swaha.
Om Om Panca Rsi Sapta RsiPaduka Guru Bhyo Namah Swaha.
5. Sembah Kelima (Memohon Anugerah / Kerahayuan)
| Sarana | Menggunakan bunga berwarna-warni (atau sekar/kwangi) yang dijepit di antara kedua ujung jari manis dan diletakkan di ubun-ubun saat menyembah. |
| Tujuan | Memohon Anugerah & Wara Nugraha: Memohon waranugraha, pencerahan, serta kebahagiaan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa dan para Dewa-Dewi.
Memohon Kedamaian & Keselamatan: Memohon kedamaian rohani-jasmani, kesempurnaan hidup, kemajuan, serta dipanjangkan umur (dīrghāyuḥ). Memohon Kelancaran: Memohon agar segala usaha, tatanan kehidupan, dan yadnya yang dilaksanakan terbebas dari segala bentuk rintangan (nirwighna). |
Do'a:
Om anugraha manoharam
dewa dattà nugrahaka
arcanam sarwà pùjanam
namah sarwà nugrahaka
Dewa-dewi mahàsiddhi
yajñanya nirmalàtmaka
laksmi siddhisça dirghàyuh
nirwighna sukha wrddisca
Artinya: "Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan segala pujaan, hamba memujaMu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud jadnya suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani".
6. Sembah Keenam (Sembah Puyung / Penutup)
| Sarana | Tanpa bunga |
| Tujuan | Sembah terakhir ditujukan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa dalam wujud-Nya yang tidak berwujud (Nirguna Brahman).
Sembah ini memili makna : Ungkapan Rasa Syukur: Sebagai penutup ibadah, sembah ini bertujuan mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas tuntunan, anugerah, dan kelancaran selama prosesi persembahyangan. Memohon Kedamaian Dunia: Memohon agar kedamaian senantiasa tercipta di bumi, di langit, dan di hati semua makhluk hidup. |
Do'a :
Om Dewa suksma paramà cintyà ya nama swàha. Om Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om
Artinya: "Ya Tuhan yang Maha Gaib dan tak terpikirkan, hamba memuja-Mu. Semoga damai, damai, dan damai selalu".