Jump to content

Panca Sembah

From Made Juli
Revision as of 12:25, 13 September 2026 by Madejuli (talk | contribs)

1. Sembah Pertama (Tanpa Sekar / Sembah Puyung)

Sikap Tangan: Tangan menyembah kosong (tanpa bunga) di antara kedua alis.

Om Atma Tattwatma Suddha Mam Swaha.

Artinya: "Ya Tuhan, Atma atau jiwa dan kebenaran, bersihkanlah hamba".

2. Sembah Kedua Menghaturkan Ida Bhatara Surya (Menghaturkan Bunga/Sekar Putih)

Sikap Tangan: Menyembah dengan menjepit bunga di ujung jari (atau menggunakan bunga jika ada), diletakkan di ubun-ubun.

Om Aditya sya paramjyoti,

rakta teja namo 'stute.

sweta panca maha meru,

bhaskaraya namo 'stute.

Artinya: "Ya Tuhan yang bersinar merah laksana matahari, sinar-Mu yang Maha Hebat. Hamba memuja Engkau yang bersemayam di Gunung Suci".

3. Sembah Ketiga (Memuja Tuhan sebagai Sang Hyang Widhi / Pencipta)

Sikap Tangan: Menyembah dengan bunga yang dijepit di ujung jari, diletakkan di ubun-ubun.

Om nama dewa adhisthanàya

sarwa wyapi wai siwàya

padmàsana eka pratisthàya

ardhanareswaryai namo namah

Artinya: "Ya Tuhan, kepada dewata yang bersemayam pada tempat yang luhur, kepada Hyang Siwa yang berada di mana-mana, kepada dewata yang bersemayam pada tempat duduk bunga teratai di suatu tempat, kepada Ardhanaresvari hamba memuja".

4. Sembah Keempat (Memohon Anugerah / Kerahayuan)

Sikap Tangan: Menyembah dengan bunga yang dijepit di ujung jari, diletakkan di ubun-ubun.

Om  anugraha manoharam

dewa dattà nugrahaka

arcanam sarwà pùjanam

namah sarwà nugrahaka

   

Dewa-dewi mahàsiddhi

yajñanya nirmalàtmaka

laksmi siddhisça dirghàyuh

nirwighna sukha wrddisca

Artinya: "Ya Tuhan, Engkau yang menarik hati pemberi anugrah, anugrah pemberian Dewata, pujaan segala pujaan, hamba memujaMu sebagai pemberi segala anugrah. Kemahasiddhian pada Dewa dan Dewi berwujud jadnya suci, kebahagiaan, kesempurnaan, panjang umur, bebas dari rintangan, kegembiraan dan kemajuan rohani dan jasmani".

5. Sembah Kelima (Sembah Puyung / Penutup)

Sikap Tangan: Tangan menyembah kosong (tanpa bunga) di antara kedua alis, lalu diturunkan perlahan.

Om  Dewa suksma paramà cintyà ya nama swàha. Om  Sàntih, Sàntih, Sàntih, Om

Artinya: "Ya Tuhan yang Maha Gaib dan tak terpikirkan, hamba memuja-Mu. Semoga damai, damai, dan damai selalu".